manusia kadang tak bisa luput dari setiap masalah, tiap langkah kaki adalah sebuah masalah. tapi dari tiap langkah-langkah tersebut, kita semakin mengerti akan arti hidup itu sendiri.
tapi karena manusia yang tak mengerti, masalah yang mereka hadapi kadang itu terulang lag. tak menyadari bahwa itu adalah sebuah teguran bagi manusia dari Tuhan.
demikian dengan diriku, kesalahan tahun lalu terulang lagi. aku lebih memperhatikan orang lain daripada saudara sendiri. yang sebelumnya sudah di beritahukan, diingatkan bahwa perhatikan, pekalah sedikit, mengertilah apa yang terjadi di sekitarmu?
namun sekali lagi telinga ini hanya menerima tak mengirim menuju hardisk.
dari kesalahan ini, muncul sebuah pernyataan di kepalaku. bentuk pelayananku sebenarnya seperti apa?
dan ku coba tuk menyimpulkan dari semua peristiwa 4 tahun terahkir ini. namun makin ku pikirkan semakin sulit tuk mengambil keputusan. (kata2 neh muncul gara2 dengarin lagunya bondan ya sudahlah)
pagi ini, mata ini belum lah juga tertutup sudah 2 hari mata ini terbuka. dengan pikiran yang sama. dan semakin berat aku mengambil keputusan setelah mendapat sms dari kawan. bunyinya " lukas 15:24 ' jika diantara kita yang merasa jauh dari Tuhan hari ini dan merasa tertuduh ingat bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan dan Dia sedang menantikan kita saat ini'".
bunyi sms tersebut, membuat keputusan yang ku ambil semalam agak goyah. aku seperti sebuah benda yang berada dalam air, mau tenggelam tapi tak sampai di dasar, mengapung tapi tak muncul di permukaan. seorang anak yang mulai kehilangan induk, tak tahu mau berjalan di mana.
sampai tulisan ini ku tulis, di kepalaku hanya ada keputusan tuk membenahi rumahku, diriku, mungkin saatnya tuk menyelesaikan persoalan yang lebih penting atau lebih keren disebut prioritas utama.
aku merasa selama ini, aku telah berhasil menyembuhkan rumahku tapi ternyata aku memberikan obat yang salah. semuanya harus di obati, maka keputusan ini walau berat harus ku laksanakan. melepas pelayanan di rumah Bapa dan mungkin aku akan melepas cintaku tuk sementara. ini juga memberikan sekali lagi waktu kepada dirinya yang selama ini meminta waktu, dan mungkin ini juga sebuah proses yang dia butuhkan. dan perjuangan. bagiku sudah tak ada yang perlu lagi ku perjuangkan sekarang ku serahkan semuanya kepada keputusan dirinya.
saatnya tuk mengobati luka yang ku tinggalkan, tak boleh lagi kesalahan yang sama terulang lagi. semoga Tuhan mengerti akan keputusan yang ku ambil dan diriku mau mengerti semua itu adalah kasih yang ingin diajarkan kepadaku...
No comments:
Post a Comment