Wednesday, August 25, 2010

A lesson of love

buka2 note gua nemuin note teman neh... maggie lianty lilingpadang (d tulis panjang biar bisa d setujuin copy notenya heehe), teman yg dah lama kali gak ketemu neh, kalo d hitung dah hampir 10 tauan kali.. baru pake fs nah ketemu dia tuh d situ, gua kira dia dah kul d negeri seberang tau2 malah d kota pejuang.. ckckc...

dia punya note begini isinya :

Toshinobu Kubota , yang biasa dipanggil Shinji mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk mencari hidup yang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit.

"Di sini keadaan sulit ," katanya sambil memeluk putranya dan mengucapkan selamat tinggal. "Kau adalah harapan kami."

Shinji naik ke kapal lintas Atlantik yang menawarkan transport gratis bagi pemuda-pemuda yang mau bekerja sebagai penyekop batubara sebagai imbalan ongkos pelayaran selama sebulan. Kalau Shinji menemukan emas di Pegunungan Colorado, keluarganya akan menyusul.

Berbulan-bulan Shinji mengolah tanahnya tanpa kenal lelah. Urat emas yang tidak besar memberinya penghasilan yang pas-pasan namun teratur.
Setiap hari ketika pulang ke pondoknya yang terdiri atas dua kamar, Shinji merindu kan dan sangat ingin disambut oleh wanita yang dicintainya.
Satu-satunya yang disesalinya ketika menerima tawaran untuk mengadu nasib ke Amerika adalah terpaksa meninggalkan Asaka Matsutoya sebelum secara resmi punya kesempatan mendekati gadis itu. Sepanjang ingatannya, keluarga mereka sudah lama berteman dan selama itu pula diam-diam dia berharap bisa memperistri Asaka.

Rambut Asaka yang ikal panjang dan senyumnya yang menawan membuatnya menjadi putri Keluarga Yoshinori Matsutoya yang paling cantik.
Shinji baru sempat duduk di sampingnya dalam acara perayaan pesta bunga dan mengarang alasan-alasan konyol untuk singgah di rumah gadis itu agar bisa bertemu dengannya. Setiap malam sebelum tidur di kabinnya , Shinji ingin sekali membelai rambut Asaka yang pirang kemerahan dan memeluk gadis itu. Akhirnya, dia menyurati ayahnya , meminta bantuannya untuk mewujudkan impiannya.

Kira-kira setahun kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan rencana untuk membuat hidup Shinji menjadi lengkap. Pak Yoshinori Matsutoya akan mengirimkan putrinya kepada Shinji di Amerika. Putrinya itu suka bekerja keras dan punya intuisi bisnis. Dia akan bekerja sama dengan Shinji selama setahun dan membantunya mengembangkan bisnis penambangan emas.
Diharapkan, setelah setahun itu keluarganya akan mampu datang ke Amerika untuk menghadiri pernikahan mereka.

Hati Shinji sangat bahagia. Dia menghabiskan satu bulan berikutnya untuk mengubah pondoknya menjadi tempat tinggal yang nyaman. Dia membeli ranjang sederhana untuk tempat tidurnya di ruang duduk dan menata bekas tempat tidurnya agar pantas untuk seorang wanita. Gorden dari bekas karung goni yang menutupi kotornya jendela diganti dengan kain bermotif bunga dari bekas karung terigu. Di meja samping tempat tidur dia meletakkan wadah kaleng berisi bunga-bunga kering yang dipetiknya di padang rumput.

Akhirnya , tibalah hari yang sudah dinanti-nantikannya sepanjang hidup.
Dengan tangan membawa seikat bunga daisy segar yang baru dipetik , dia pergi ke stasiun kereta api. Asap mengepul dan roda-roda berderit ketika kereta api mendekat lalu berhenti. Shinji melihat setiap jendela , mencari senyum dan rambut ikal Asaka. Jantungnya berdebar kencang penuh harap, kemudian tersentak karena kecewa.

Bukan Asaka , tetapi Yumi Matsutoya kakaknya, yang turun dari kereta api. Gadis itu berdiri malu-malu di depannya, matanya menunduk. Shinji hanya bisa memandang terpana. Kemudian, dengan tangan gemetar diulurkannya buket bunga itu kepada Yumi. "Selamat datang," katanya lirih, matanya menatap nanar. Senyum tipis meng hias wajah Yumi yang tidak cantik.

"Aku senang ketika Ayah mengatakan kau ingin aku datang ke sini," kata Yumi, sambil sekilas memandang mata Shinji sebelum cepat-cepat menunduk lagi.
"Aku akan mengurus bawaanmu ," kata Shinji dengan senyum terpaksa.

Bersama-sama mereka berjalan ke kereta kuda. Pak Matsutoya dan ayahnya benar. Yumi memang punya intuisi bisnis yang hebat. Sementara Shinji bekerja di tambang, dia bekerja di kantor. Di meja sederhana di sudut ruang duduk, dengan cermat Yumi mencatat semua kegiatan di tambang. Dalam waktu 6 bulan, asset mereka telah berlipat dua. Masakannya yang lezat dan senyumnya yang tenang menghiasi pondok itu dengan sentuhan ajaib seorang wanita.
Tetapi bukan wanita ini yang kuinginkan , keluh Shinji dalam hati, setiap malam sebelum tidur kecapekan di ruang duduk. Mengapa mereka mengirim Yumi ? Akankah dia bisa bertemu lagi dengan Asaka ? Apakah impian lamanya untuk memperistri Asaka harus dilupakannya ?
Setahun lamanya Yumi dan Shinji bekerja, bermain, dan tertawa bersama, tetapi tak pernah ada ungkapan cinta. Pernah sekali, Yumi mencium pipi Shinji sebelum masuk kekamarnya. Pria itu hanya tersenyum canggung. Sejak itu, kelihatannya Yumi cukup puas dengan jalan-jalan berdua menjelajahi pegunungan atau dengan mengobrol di beranda setelah makan malam.

Pada suatu sore di musim semi, hujan deras mengguyur punggung bukit, membuat jalan masuk ke tambang mereka longsor. Dengan kesal Shinji mengisi karung-karung pasir dan meletakkannya sedemikan rupa untuk membelokkan arus air. Badannya lelah dan basah kuyup, tetapi tampaknya usahanya sia-sia. Tiba-tiba Yumi muncul di sampingnya, memegangi karung goni yang terbuka. Shinji menyekop dan memasuk kan pasir kedalamnya, kemudian dengan tenaga sekuat lelaki, Yumi melemparkan karung itu ke tumpukan lalu membuka karung lainnya. Berjam-jam mereka bekerja dengan kaki terbenam lumpur setinggi lutut, sampai hujan reda. Dengan berpegangan tangan mereka berjalan pulang ke pondok.

Sambil menikmati sup panas, Shinji mendesah , "Aku takkan dapat menyelamatkan tambang itu tanpa dirimu. Terima kasih, Yumi."
"Sama-sama," gadis itu menjawab sambil tersenyum tenang seperti biasa, lalu tanpa berkata-kata dia masuk ke kamarnya.

Beberapa hari kemudian , sebuah telegram datang mengabarkan bahwa Keluarga Matsutoya dan Keluarga Kubota akan tiba minggu berikutnya. Meskipun berusaha keras menutup-nutupinya , jantung Shinji kembali berdebar-debar seperti dulu karena harapan akan bertemu lagi dengan Asaka. Dia dan Yumi pergi ke stasiun kereta api. Mereka melihat keluarga mereka turun dari kereta api di ujung peron.

Ketika Asaka muncul , Yumi menoleh kepada Shinji. "Sambutlah dia," katanya.
Dengan kaget, Shinji berkata tergagap, "Apa maksudmu?"
"Shinji , sudah lama aku tahu bahwa aku bukan putri Matsutoya yang kau inginkan. Aku memperhatikan bagaimana kau bercanda dengan Asaka dalam acara Perayaan pesta bunga lalu." Dia mengangguk ke arah adiknya yang sedang menuruni tangga kereta. "Aku tahu bahwa dia, bukan aku , yang kauinginkan menjadi istrimu."
"Tapi..."
Yumi meletakkan jarinya pada bibir Shinji. "Ssstt," bisiknya. "Aku mencintaimu, Shinji. Aku selalu mencintaimu. Karena itu , yang kuinginkan hanya melihatmu bahagia. Sambutlah adikku."

Shinji mengambil tangan Yumi dari wajahnya dan menggenggamnya. Ketika Yumi menengadah, untuk pertama kalinya Shinji melihat betapa cantiknya gadis itu. Dia ingat ketika mereka berjalan-jalan di padang rumput, ingat malam-malam tenang yang mereka nikmati di depan perapian, ingat ketika Yumi membantunya mengisi karung-karung pasir. Ketika itulah dia menyadari apa yang sebenarnya selama berbulan-bulan telah tidak diketahuinya.

"Tidak, Yumi. Engkaulah yang kuinginkan." Shinji merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya dan mengecupnya dengan cinta yang tiba-tiba membuncah didalam dadanya.

Keluarga mereka berkerumun mengelilingi mereka dan berseru-seru, "Kami datang untuk menghadiri pernikahan kalian!"

"..True love doesn't have a happy ending , because true love never ends...."

Monday, August 23, 2010

suprise tuk tante gita

tgl 23 agustus 2010 pukul 10.00, kmi berkumpul ada coco, daniel, rian, kemudian kmi memanggil ongky. awalnya adlah rencana tuk kumpul aja d kantor coy, seperti biasa kami menggangu daniel, tiba2 coco mengatakan bahwa santi dah jadian.

dan dari situ saya baru ingat bahwa malam minggu memang santi d tembak ama s gandi, saya menunjukkan bukti dan menceritakan kronologis ceritanya.

kemudian kami mendapat ide, daniel menelpon gita, dengan akting yg telah d pelajari daniel d TJ (teater jeruk) dia melakukan pekerjaannya dngan baik. Daniel dngan suara tangis menghubungi gita. dan dari situ tercetus ide tuk memberikan suprise perpisahan untuk gita.

maka kami putuskan tuk brangkat k kantor H, tpi berhubung ongky tdk bisa menjemput gita, maka kami yg brangkat.

tiba di kos gita, segera kami menjalankan skenario, dngan akting kami mengerjai gita. Daniel menutup wajahnya sambil terus menangis, dngan kami terus memanas-manasi gita,

menyuruh gita tuk menceritakan titik masalahnya kenapa daniel bisa menangis. membuat suasana penuh keresahan, terasa anehlah suasananya. beberapa lama sekitar 15 kemudian kami brangkat k kantor H, tpi karena tmpatnya ramai kami pindah k kantor T.

d kantor T, kami memojokkan gita, hingga membuat dia tdk enak. pesanan datang, blom dia minum karena gak enak sama anak2 yg lain, gita langsung pergi bayar minumannya d kasir dan pulang.

kami kira dia hanya main2 tpi ternyata itu benaran dia dah jalan kaki sekitar 10m cukup jauhlah, maka kami memutuskan tuk menghentikan skenario yg terjadi. segera rian menjemput kembali gita, tpi dia tdk mau msuk lagi, semuanya membujuk gita, yg sebelumnya daniel membasahi mukanya biar terlihat bahwa dia benar2 menangis

ahkirnya setelah membujuk gita tuk masuk lagi, kami menjelaskan bahwa ini semua adalah kado perpisahan untuk dia, karena kami tdk tahu barang apa yg cocok tuk gita maka kami memberikan kado yg tdk akan dia lupakan.

semoga persahabatan dan persaudaraan ini tak akan hilang d telan waktu..
suatu hari nanti kita bisa bertemu kembali Amin...

Saturday, August 21, 2010

pang...

sangat lelah tpi sebuah kejutan ingin ku lakukan, persiapan tlah mantap malam tgl 19 agustus telah d persiapkan...

dah beberapa hari aku rian daniel mempersiapkan segala hal tuk brangkat k krakal. acara yg dsebut daniel the last adventure with GSM survival part II. krang tidur cma 2 jam sehari dngan aktifitas yg semakin menguras tenaga dan pikiran.

kamis pagi sekitar jam 9 rian dtng menjemputku tuk brangkat k pasar, skalian mau ambil motor d kawan. tpi berhubung dah mau jam 11 jdi kmi urung tuk brangkat k pasar, kami putuskan tuk mengantar kawan, hanya sikat gigi dan cuci muka langsung brangkat, padahal dah 2 hari blom mandi. berhubung kemarinnya bantu packing dan menemani kawan mempersiapkan segala hal tuk keberangkatannya. sehari sebelumnya juga k kaliurang untuk acara pasutri, lanjut dngan beres2 ruang yeriko, nonton movie box, habis tuh tanding bilyard dan ahkirnya jam 12 mlam tiba kembali kos yg telah d tinggalkan selama 2 hari.. aaghh mulai terasa pegalnya.

setelah mengantar kawan k stasiun tugu sekitar jam 1, aku rencana blik kos. terasa badan dah gak kuat lagi. rian dan gita yg akan brangkat k pasar. tiba2 d tengah jalan menuju k kos, sms masuk. ternyata itu dari koko, aku baru ingat kalau jam 1 akan ada latihan musik, maka langsung saja ku brangkat k gereja.

latihan musik selesai jam 3.30, aku dan daniel memutuskan tuk k rian. d tempat rian, aku langsung mandi, ya agak terasa mendingan kemudian kami melanjutkan perbincangan tentang persiapan k krakal. dan tak terasa jam dah menunjukkan pukul 5.30

dari tempat rian kmi langsung k gereja tuk persiapan. setelah persiapan sekitar jam 9 kmi memberi suprise tuk agita dan kia yg ultah tgl 17 n 18. dan setelah itu sekitar pukul 10. aku stanley dan daniel mengantar agita k rumahnya, jam 11 q k tempat koko tuk meminjam laptopnya dan bru k tempat brian tuk mengurut dia.

sekitar jam 12, aku tiba d kos. malam yg telah ku persiapkan tuk sebuah suprise, aku dah membuat sesuatu untuknya, tpi berhubung d tempatnya msih tgl 19 jdi ku urungkan dolo, ku tunggu dia smpai d sna benar2 jam 12. hp ku matikan, hp yg satu aku tak tahu dmana.

ternyata, malam yg tak bersahabat dnganku. sia2 ku siapkan segalanya, kesal hanya itu yg bisa ku katakan. bukan kesal pada dirinya, tpi diri ku mengapa tak kulakukan sebelumnya. malah harus menunggu. hingga sesuatu hal yg tak perlu ku katakan ku katakan. begitu egoisnya diriku, di hari special bgi dirinya, hari yg begitu penting dlam hidupnya ku buat itu menjadi hari buruk kubuat hancur.

seharusnya aku lebih bersabar lagi, mengalah lagi, mengerti akan dirinya, tpi semua itu kalah akan egoku yg tinggi. hanya sebuah masalah kecil yg tak perlu ku besar2kan menjadi sebuah masalah yg rumit.. aaggghh.. mengapa menjadi seperti ini? bisakahku dapat tetap memegang prinsip itu. siapapun yg dtng dlm hidupku itulah yg akan menjadi terahkir untukku.

Sunday, August 15, 2010

Rindu

dinginya malam menusuk tulang,
tak terasa angin malam bertiup melewati celah,
menghantam diriku yang terdiam,
bangunkan diriku dari lamunan.

sebatang rokok menemani sang jemari memijat AX100,
hingga rindu datang menyapa diriku,
terbayang dirimu dalam lamunanku.

jarak dan waktu memisahkanku darimu,
tetap menanti bersabar disini hingga senyummu kembali terangi hidupku,
tapi tak jua muncul.

menunggu panggilan,
hingga tak terasa waktu terus berputar,
dan kaupun muncul dalam goresan kata di chatku.

namun apa daya,
rindu ingin dilepas,
dirimu acuhkanku,
hatiku tergores buat pikiranku tak lagi bekerja.

tak hendak menyiratkan duka,
tapi luka tak mau mengalah pergi,
cinta telah mengajariku arti penantian,
tak pernah mengeluh diajarinya,
apalagi hampir separuh dariku adalah penantian.


Friday, August 13, 2010

Berawal dari sebuah percakapan

Di suatu tempat, sore hari, di dalam ruangan 2x3 seumpama dalam ruangan itu tak ada kasur pasti orang akan mengira itu adalah gudang. Seorang pemuda terbangun dari lamunannya. Dia segera mengambil handphone yang telah menemaninya hampir 5 tahun. Memilih sebuah nomor dan menekan tombol call.

"Slamat sore bos, lagi ngapain?" ucap pemuda itu.

"Lagi duduk2 bos, habis pulang kerja" balasnya dengan suara kecapean.

"Begini bos saya mau memasukkan prosal neh, kan sudah 4 tahun neh bos, ada kucuran dana gak ni tuk nyebrang laut menuju gunung?" tanya pemuda itu dengan suara berharap.

"Berhubung saya punya anggota habis pakai dana jadi kita pending dolo proposalmu" balasnya.
"Kalo sudah pake toga baru kita yang kesana" lanjutnya

"Waduh tunda lagi neh bos, tidak kangenkah?" balas pemuda itu dengan suara penuh harap.

"Siapa seh yang tidak kangen sama anaknya apalagi sudah lama tidak bertemu, kami juga disini kangen tapi kita punya persediaan hanya cukup untuk kami makan disini, kau bersabar saja" jawab suara dari hp dengan penuh kesabaran dan kebijaksana.


Pemuda itu terdiam sesaat kemudian terdengar suara dari hp itu lagi...


"Bagaimana skripsimu kapan kami menginjakkan kaki di jogja?" ujarnya.

"Skripsiku masih lama selesainya, apalagi minggu lalu pendaftaran pendadaran tuk wisuda oktober dah tutup, sekarang lagi cari orang tuk bantu gambar bos"balas pemuda itu.

"Tapi saya hanya bisa janjikan kalau saya akan berusaha untuk menyelesaikannya tahun ini?" lanjut pemuda itu dengan suara tegas.


Tapi jawaban dari hp itu membuat hati pemuda itu sesak, tapi sesaat kemudian pemuda itu mendapatkan semangat dan harapan baru.

"Tidak apa2 nak, kami disini tetap akan mendoakanmu, walau kau selesainya lama bagi kami itu tidaklah masalah yang penting kau menyelesaikannya" terdengar lebih berwibawa, penuh harapan, kasih sayang untuk anaknya.


Tanpa di sadari pemuda itu, sesuatu keluar dari matanya, Sebuah janji yang dia buat 4 tahun silam sirna. Tanpa disadarinya air mata itu jatuh membasahi pipinya. Janji yang dibuat di atas nisan tak akan ada lagi air mata di antara keluarganya sampai giliran pemuda itu tiba. Perjanjian yang telah dibuatnya telah dilanggarnya..

Tapi mengapa pemuda itu menangis, air matanya bukanlah air mata kesedihan tapi sebuah air mata bangga. Kenapa bisa?? Sebuah kepercayaan yang besar dan penuh kebijaksanaan. Memang sulit untuk dimengerti, tapi pemuda itu memahami bahwa selama ini keluarganya terus menaruh harapan di pundaknya, mereka terus berada di belakangnya. Sehingga ketika pemuda itu terjatuh, mereka dapat melihatnya, dibandingkan ketika mereka di depan pemuda itu. Ketika pemuda itu terjatuh mereka tidak akan menyadari bahwa pemuda itu terjatuh.

"aahhh" pemuda itu menarik nafas panjang "Trima kasih bos atas kepercayaan yang kalian berikan"

Terdengar suara hp di tutup. Pemuda itu terdiam sesaat memikirkan kembali pernyataan terahkir.

Dan pemuda itu sekali lagi mendapatkan sebuah harapan, semangat baru. Dan berusaha tuk menjadi seperti kedua orangtuanya, dimana selama ini pemuda itu berjalan di samping, kini dia memutuskan untuk berjalan di belakang orang-orang yang berada di sampingnya selama ini. Kenapa dia memutuskan seperti itu? Karena dengan kita dibelakang orang kita bisa menyadari bahwa orang itu akan jatuh, dengan cepat kita bisa menopang dia, kita dia akan berlari kita juga bisa berlari, ketika orang itu akan belok kita bisa belok tetap mengikuti dia. Menopang menjaga orang yang berada di depan kita, tanpa orang itu mengatakan aku terjatuh, bantu aku untuk berdiri.

Dengan kata lain, kepekaan terhadap orang disekitar kita akan lebih. Tanpa disadari orang itu, dan ketika orang itu sudah bisa berjalan sendiri, tanpa bantuan kita lagi. Perlahan kita bisa menghilang tanpa meninggalkan sebuah kenangan, tanpa disadari dan akan hilang seiring dengan langkah maju orang itu.

Monday, August 2, 2010

kesendirian

pgi yg indah d blan agustus... mmmmhhh tak seindah kehidupan yg ku lalui. semakin hari semakin berat, dengan d bebani permasalahan yg semakin menumpuk. sepertinya tralu cepat membuka kado-kado.

semakin d lalui semakin terjal jlan yg d depan, semakin menyesakkan d dada, buat pikiran tak sanggup tuk menggerakkan kaki tuk melangkah.

dunia yg buat hati sesak, ingin berteriak tuk membuang semua beban it... aaaaaaarrrrrrggggggghh

seperti hal hati ini, tak tahu bagaimana harus melewatinya, hari demi hari sepertinya mulai terkikis. hanya sabar, ihklas, pengertian dan berpikir positif selalu yg bisa mengalahkan semua itu. tpi pertanyaanya adalah sampai kapan bertahan?

pertanyaan inilah yg membuat segalanya goyah, d saat ku butuh dia, dia tak d sampingku. sehingga beban ini ku sandarkan pda orang lain yg seharusnya ku sandarkan pda dirinya. skali lagi dia tak ada, buat beban ini semakin menumpuk.

seharusnya ku bisa berbagi dngan dirinya, baik atau buruk. ya memang saat ini jarak telah memisahkan kmi, sibuk dngan mimpinya saat ini. tpi ku berusaha tuk slalu mengerti akan hal itu. walau terkadang ku goyah.

melalui tulisan ini, yg bisa meredahkan kesedihanku saat ini. waktu ku semakin menipis, org yg tlah ku anggap sangat penting dlam hidupku tak ada d sampingku. tapi tak apalah, krna terkadang kita tak bsa memaksakan org lain tuk bisa mengerti kita, perubahan2 yg ku alami saat ini krna dia, ku akui dia telah merubah arah jalan ku, menuju jalan lurus.

separuh sisa hidupku tlah d rubahnya, kini hanya waktulah yg menjawabnya sampai kapan akan bertahan....

ku sadari ketidak hadirannya d sampingku, ketika beban ini semakin berat membuat pikiranku tak menentu. berbagi beban ini dngan dirinya buat bebanku berkurang tpi skali lagi dia tak berada d sampingku.

hingga ku putuskan tuk memendam, menyimpan sendiri beban in. ku sadari saat ini, dia memiliki beban sendiri, dan dia lebih membutuhkan diriku, d banding diriku membutuhkan dirinya. walau ku sadari bebanku lebih berat d banding bebannya .

memang terdengar manja tpi harus bisa ku lalui, masa2 itu telah ku lalui sebelumnya ketika tak bisa bersma dngan dirinya saat ku butuhkan.

saat dirinya tak ada, dngan mendengar suaranya atau melihat dirinya melalui chat cukup mengobati rasa sepiku. walau dirinya seakan tak menghiraukan, tpi skali lgi Tuhan mengetes sampai dmana kesabaran, kepekaan, pengertian yg telah ku pelajari. dan sampai saat ini ku msih bisa bertahan akan semua itu.

ku berharap tetap bertahan dri cobaan atas hubungan kami, hubungan kmi barulah berumur jagung tpi dah d beri beban seberat ini.

perjuanganku tuk mempertahankan hubungan ini lagi d uji, kalau dah melewati sesi ini k depannya akan lebih mudah lgi..

walau berat hadangan k dpan, tetap jalani semua itu dngan hati.