"Coy" merupakan sebuah karakter yang saya buat 3 tahun silam. Karakter tersebut saya buat sejak Tuhan memperlihatkan kuasaNya kepada diri saya. Kuasa yang seharusnya tak perlu saya ketahui, namun sepertinya Tuhan memiliki rancangan sendiri. Dan ahkirnya sebuah karakter baru muncul karakter "Coy".
"Coy" memiliki arti yaitu peniru. Kenapa? karena coy merupakan karakter yang dibuat dari berbagai karakter orang yang berada di sekitar saya, loh kok bisa. Tuhan yang mengubah hidup saya sejak 2006 silam, dari seorang yang keras kepala, tidak mau tahu, tidak mau mengerti, tidak peka, mengikuti kemauan sendiri dan segala hal yang tak baik.
Dengan adanya "Coy" hidup saya mulai dibentuk dari 0 kembali, seperti dilahirkan kembali. Saya mencoba menghilangkan diri saya, hanyalah seorang peniru. Dan dari situlah dimulai sebuah petualangan baru, cerita baru dan kisah baru...
Dan ternyata tak ada yang mengerti, mereka mengira bahwa coy merupakan hal yang buruk. Memang saya sadari dan itu kelemahan. Tapi Tuhan sudah menulis semuanya dalam buku harianNya, bahwa semuanya akan hilang. Mungkin agak gelap ya kata-katanya, kalo begitu saya akan mencoba menjelaskan dari awal mulanya.
Jadi begini, ketika itu saya lagi duduk-duduk, saya lupa waktunya. Tiba-tiba Tuhan memperlihatkan sesuatu yang awalnya saya tidak mengerti. Namun ahkirnya saya tahu jawabannya, sebuah tanggal dimana sebuah batas waktu saya untuk bernafas. Awalnya saya sangat tertekan karena hidup saya seperti bom waktu yang mulai dihitung mundur. Kemudian Tuhan memperlihatkan, mengajari, memberi tahukan kepada saya apa maksud Tuhan mendatangkan saya. Memang terlihat lebay tapi itulah misi saya. Misi membuat sebuah senyuman.
Hari demi hari saya lalui, mempelajari diri saya. Dan ahkirnya saya menemukan jawaban siapa diri saya ini, maka muncullah karakter "Coy". Dan kenapa saya menyebutnya "peniru", karena karakter tersebut diambil dari karakter orang yang berada disekitar saya dan gabungan dari misi yang diberikan oleh Tuhan. Mungkin bisa juga disebut "pesuruh" atau mungkin juga "yang ditindas". Karena saya sudah di takdirkan untuk dilupakan, saya hadir di tengah untuk memberikan senyuman sehingga di situ ada tawa, ada kesatuan hingga saya dilupakan dan hilang.
Namun tak ada satupun yang mengerti akan arti nama tersebut. Membuat saya terkadang merasa sedih, hingga ku berusaha untuk belajar dari kesalahan tersebut. Dan satu hal yang ku terima dari semua itu adalah sabar dan mengalah. Itulah yang saat ini kulakukan, mengalah dan sabar.
Dan ketika saya mendapatkan seorang kekasih, seorang pendamping dalam diri saya. Saya merasa beban saya semakin besar, ketakutan mulai menghantui saya. Beban tersendiri, namun sekali lagi saya harus bersabar dan mengalah akan segalanya. Saya sudah lama meninggalkan kehidupan lama saya, tapi orang masih menganggap diri saya masih seperti saya yang lalu.
Kehadiran dirinya semakin membuatku kuat untuk melalui sisa-sisa waktu saya. Dia mengajari diriku akan kasih sayang, pengertian, dan hidup itu seperti apa. Misi saya semakin mendekat pada titiknya.
Memang saya menyadari dengan kehadiran dirinya membuatku semakin kuat, terkadang saya membuat diriku yang mengajari dirinya tapi sebenarnya dialah yang mengajari saya untuk berbuat seperti itu dan berkata seperti itu. Mengubah diri saya menjadi lebih bersabar lagi dan mengalah akan segala hal kecil atau besar.
Dan semakin lama "Coy" semakin melekat dalam diri saya, kehidupan lama saya pun hilang. Walau orang melihat saya hanya sebelah mata, atau mencap saya orang yang penuh dosa. Tapi semua itu sekali lagi membuat saya semakin kuat. "Orang tak bisa kita kenali hanya dari bajunya saja atau cara dia bercakap atau cara dia bergaul karena tak ada satupun yang mengenal dengan baik sebaik diri kita sendiri dan Tuhan"
No comments:
Post a Comment