mimpi merupakan hal yg tak bisa lepas dari pikiran manusia, banyak yang berkata mimpi itu merupakan sebuah bunga tidur, ketika kita sedang tidur memori otak akan mengulang kembali kegiatan kita yang pernah dilakukan..
ada juga mimpi atau kita sering sebut angan-angan, cita-cita, harapan yang tuk diraih...
memang tiap orang memiliki banyak mimpi... sperti halnya saya waktu kecil memiliki mimpi... ketika mimpi itu akan terwujud, mimpi itu sirna oleh sebuah masalah ... hingga kuputuskan membuang segala mimpi yang saya punya...
tahun 2005, bersama keluarga yg masih utuh, kita berkumpul d ruang nonton... hari itu terasa lain suasananya tak seperti hari2 lain... kebahagiaan, senang, menjadi satu... pemandangan yg jarang ku temukan dalam keluargaku dan mungkin itu akan menjadi hari terahkir dimana satu keluarga utuh berkumpul,, bercanda gurau, tertawa bersama sambil makan ubi goreng....
ya ya ya.... malam itu memang lain... semuanya mengungkapkan mimpi-mimpi mereka kecuali saya... boz hanya mengatakan tak apa2, tiap manusia adakalanya bisa bermimpi suatu hari nanti pasti kau akan mendapatkan mimpi....
tapi sebenarnya saya memiliki satu mimpi, dan mungkin hal ini tak akan ada yg percaya, sebuah mimpi menghilangkan "dejavu" pada diriku.... mimpi itu muncul ketika waktu memperlihatkan sisa waktumu berada d dunia... memang awalnya saya tak percaya, namun ketika sekali lagi itu terlihat barulah saya percaya.... hingga rasa takut pun muncul dalam hidupku... ketakutan yg lebih yg pernah ku alami... dan sepertinya Tuhan mendengar doaku.. tepatnya 2007 dejavu hilang.....
tahun 2006 adalah puncak tahun dimana kehancuran dalam hidupku, teguran yg sangat "kasar" dari Tuhan.... puncak dari semua teguran yg d berikan padaku... memang selama ini Tuhan sudah menegur diriku, baik itu melalui orang2 yg pernah dekat dengan saya, teman, hingga ahkirnya melalui saudaraku, dan itu adalah kesalahan yg diakibatkan oleh diriku... krna kesalahan kecil yg kubuat, hingga dia hilang dari samping keluargaku tuk selamanya dan harus kubayar mahal...
hingga ku putuskan tuk membayar kesalahan itu dengan membuat sebuah perubahan besar dalam diriku, walau sampai hari ini itu blum cukup dan mungkin tak akan pernah bisa ku bayar... mimpi2 yg sudah mulai muncul kembali harus ku buang jauh, demi membayar kesalahan tersebut... dan sampai sekarang saya hanya memiliki satu mimpi, mimpi tuk mengabulkan mimpi dari saudara2ku...
No comments:
Post a Comment