dinginya malam menusuk tulang,
tak terasa angin malam bertiup melewati celah,
menghantam diriku yang terdiam,
bangunkan diriku dari lamunan.
sebatang rokok menemani sang jemari memijat AX100,
hingga rindu datang menyapa diriku,
terbayang dirimu dalam lamunanku.
jarak dan waktu memisahkanku darimu,
tetap menanti bersabar disini hingga senyummu kembali terangi hidupku,
tapi tak jua muncul.
menunggu panggilan,
hingga tak terasa waktu terus berputar,
dan kaupun muncul dalam goresan kata di chatku.
namun apa daya,
rindu ingin dilepas,
dirimu acuhkanku,
hatiku tergores buat pikiranku tak lagi bekerja.
tak hendak menyiratkan duka,
tapi luka tak mau mengalah pergi,
cinta telah mengajariku arti penantian,
tak pernah mengeluh diajarinya,
apalagi hampir separuh dariku adalah penantian.
No comments:
Post a Comment